Selasa, 26 Juli 2011

Disturbed vakum atau Bubar??


Band metal Disturbed, mengumumkan kepada para penggemarnya bahwa mereka akan beristirahat dulu dari dunia musik untuk jangka waktu yang belum dapat dipastikan.

Vokalis David Draiman mengatakan kepada NME bahwa, “Ini adalah saat terakhir Amerika dapat menonton pertunjukan kami, untuk sementara atau mungkin untuk waktu yang lebih lama. Kami mempunyai hal-hal pribadi yang harus diurus.”

Disturbed sempat mengirimkan sinyal akan vakum saat mereka tampil di Download Festival. Band asal Chicago, AS ini merilis album ke limanya Asylum saat mereka tur konser ke Inggris dan menjadi headliner di festival Taste of Chaos bersama Papa Roach dan Buckcherry.

"Kami belum tahu apa yang kami akan lakukan selanjutnya, yang pasti kami tidak akan mengerjakan proyek solo apapun," imbuh Draiman kepada NME.
READ MORE - Disturbed vakum atau Bubar??

Musik Gothic??

Gothic-ism, Pandangan? Art? Culture? Atau Sekedar Style?
“Free our minds and find a way. The world is in our hands, This is not the end”
(Within Temptation)
“[Goth] is the ability to find the art where art seems to be lacking to find the light in the darkness and embrace it for all its worth…” (Jennifer Mason)

Kata gothic itu sendiri datang dari nama sebuah suku bernama Visigoth dari Jerman. Kaum Barbar yang bikin kerajaan Romawi kocar-kacir.Gothic berkembang lagi dan mulai memasuki dunia baru yaitu dunia arsitektural. Gaya arsitektural gothic ini biasanya rada2 gelap dan gloomy. Kalo pada arsitektural biasanya identik dengan nuansa abad petengahan dan kemegahan, tapi tetap aja gloomy. Coba saja kita lihat arsitektural Gereja-Gereja dan bangunan-bangunan abad pertengahan, kebanyakannya bergaya gothic. Mesjid-Mesjid di Spanyol dan Andalusia pun tidak luput dari nuansa gothic yang cukup kental. Bahkan Mesjid Nabawi di Madinah sendiri juga dipengaruhi dengan arsitektural gothic, emang ada sedikit nuansa gloomy.
Latar belakang bahasa Gothic
Pada paruh pertama milenium pertama, kaum Gothic mengembara ke seluruh benua Eropa. Mereka berangkat dari Skandinavia sebelum tahun-tahun pertama Masehi dan sampai di sebelah selatan daerah yang sekarang disebut Rusia bagian selatan pada pertengahan abad ke-3. Pada abad ke-4 kaum Gothic seperti banyak suku Jermanik lainnya harus minggir untuk bangsa Hun dan mulai bermigrasi ke barat.
Beberapa aspek tata bahasa
Namun biar bagaimanapun sisa-sisa kaum Gothic dari Rusia selatan tidak hilang untuk selamanya. Hal ini terbukti dengan laporan seorang diplomat bangsa Flandria Oguer Ghiselin de Busbecq (1522 – 1592) yang antara tahun 1554 – 1592 merupakan seorang duta di Konstantinopel. Di sana ia berjumpa dengan dua orang penduduk “Jermanik” di Krim dan lantas menulis sebuah laporan ringkas mengenai bahasa mereka. Semua 86 kata-kata bahasa Gothik Krim ini menunjukkan persamaan yang luar biasa dengan moyang Gothik mereka.
Tentu ada pula perbedaannya. Berbeda dengan bahasa Gothic, bahasa Gothic Krim masih hanya memiliki e pendek dan o pendek. Maka kata saudara perempuan (dalam bahasa Inggris sister) dalam bahasa Gothic adalah swistar dan dalam bahasa Gothic Krim schwester.
Kata Gothic “gulþ” (“emas”) dalam bahasa Gothic Krim menjadi “goltz”. Kemudian baik bahasa Gothic maupun bahasa Gothic Krim membagi penutup bahasa Jemanik Kuno e panjang. Kata “tidur” (bahasa Inggris to sleep, bahasa Belanda slapen), dalam bahasa Gothic adalah slepan, sementara dalam bahasa Gothic Krim adalah schlipen. Bahasa Gothic Krim hampir secara universal dianggap merupakan bahasa Gothic berdasarkan aspek-aspek fonologisnya: kata ada “telur”, sebagai contoh, menunjukkan “penguatan khas Gothic” dari bahasa Proto-Jermanik *-jj- ke -ddj- (seperti di bahasa Gothic Wulfila iddja “dahulu pergi” dari Proto Jermanik *ejjon), dari bahasa Proto-Jermanik *ajja-. Selain itu ada beberapa persamaan yang teratur antara bahasa Gothik Wulfila dan bahasa Gothic Krim, termasuk GW /sk-/ > GK /ʃ-/ (seperti di KG schedit, schietn, dari skeiniþ, skiutan ["bersinar", "menembak."]) Berkat lokasinya, bahasa Gothic Krim, dipengaruhi oleh terutama oleh bahasa Yunani, bahasa Slavia, dan bahasa Iran. Kata untuk bilangan ‘100′ yang dalam bahasa Gothic adalah hund, dalam bahasa Gothic Krim menjadi sade (sesuai bahasa Iran sade).
Sekarang kita masuk ke wilayah sub-kultur dan mungkin juga style. Definisi gothic secara sub-kultur memang nggak ada kejelasan (mungkin belum ada ahli yang mau meneliti masalah ini). Mungkin terserah masing2 individu aja dech buat ngartiin apa itu Gothic…??? Tapi yang jelas gothic memiliki ciri khas yang unik dan gampang diingat. Kalo pada style dandanan, biasanya gothic identik dengan warna gelap dan gloomy (biasanya sich hitam) yang dipadu padankan dengan warna yang sangat pucat.
Apaan sich gothic culture? Definisi tentang gothic culture itu masih sangat luas dan belum bisa didefinisikan, karena belum ada peneliti yang benar-benar niat buat jadiin ini sebagai salah satu ilmu. Intinya sich begini, itu semua terserah masing-masing individu pengen ngartiin gothic bagaimana bentuknya.
Sebenarnya para gothess (pecinta gothic) itu ngga se-gelap yang lu kira, para gothess sebenarnya adalah orang yang anti-kekerasan, damai dan toleran. Para gothess banyak yang menulis kalau mereka mengalami depresi, desperate, keluarga yang disfungsional, masa kecil yang kelam, marah, kecewa, sedih dan benci. Percaya atau tidak, semuanya ini ditulis di dalam 640 web yang ada di dalam gothic web ring, dan isinya rata-rata sama. Kebanyakan gothess memang menyukai main game-game RPG (role-playing game), bukannya karena cupu atau memiliki fantasi yang berlebihan, tetapi dikarenakan adanya tantangan kreatif dan mengasah otak di dalamnya.

Kenapa akhir-akhir ini gothic selalu dikaitkan dengan agama dan kepercayaan? Hal itu dikarenakan salah satu artis yang selalu berdandan gothic yang dikenal dengan nama Marilyn Manson diangkat menjadi pendeta di gereja setan, oleh Anton Lavey. Awalnya sih sepihak, tapi lu pada tau khan gimana akhirnya. Ngga semua gothess pengikut gereja setan. Banyak gothess yang masih memegang kristianitas mereka, atheisme, agnoticism, new age, gnosticism, shamanisme, wicca, tradisi neopagan, dan kepercayaan-kepercayaan minoritas lainnya.
Nah, kalo pada musik mungkin sudah pada tau semua bahwa gothic erat dengan nada-nada yang cukup mendayu (tapi nggak mellow) dengan lirik yang penuh dengan depresi, gloomy, kesedihan, kekecewaan, kebencian, atapun pemberontakan dan perlawanan yang tidak tercapai dan terhenti ditengah jalan.
Kalo dilihat dari sejarahnya, gothic jelas sekali lahir dan berkembang di daratan Eropa. Band-band yang beraliran gothic pun juga tumbuh dan berkembang subur di daratan Eropa, sebut saja Within Temptation, Xandria, Theatre of Tragedy, dan lain sebagainya berasal dari Eropa. So, salah besar kalo ada yang bilang Evanescence adalah pelopor band gothic (Evanescence kan baru, lagian asalnya aja dari Amrik, trus komersil boanget lagi. Kayanya nggak ada dech kultur mereka yang bersinggungan dengan gothic…).
Musik-musik goth sendiri, oleh media selalu dikaitkan dengan topik-topik yang memprovokasi, serba satanisme, rasial, perang, kebencian terhadap golongan tertentu, dll. Padahal ga sebegitunya. Referensi musik bagi yang tertarik dengan goth-music : NIN, a Perfect Circle, Tweaker, Professional Murder Circle, Cradle of Filth, HIM (His Infernal Majesty), Sopor Aeternus, Within Temptation, Lacuna Coil, Bauhaus, Siouxsie and The Banshees, the Sisters of Mercy, Dead Can Dance, Moi dix Mois, Malice Mizer, Blood, Earl Grey, Madeth Gray’ll, Kana, Amadeus, Mirage, Merry Go Around dan masih banyak lagi.

Pada awalnya musik gothic itu berasal dari nama suku bangsa yang merupakan kakek moyang dari bangsa Jerman. Karena yang ditawarkan bukan kebencian. Gothic condong ke nuansa yang sedih tapi tidak gelap kayak black metal yang simbol pentagram, hexagran di pakai oleh band band black metal dan sebagian death metal.
memang belum ada peneliti yang benar benar detail memberikan arti kata Gothic itu sendiri tapi karena aliran musik metal luar biasa berkembang nya apalagi di era tahun 93 band gothic di eropa bagaikan bak jamur di musim hujan. Semoga dalam waktu dekat ada peneliti yang meneliti dengan seksama tentang Gothic mulai dari suku bangsa, arsitektur samapai ke musiknya.
Cradle of Filth dari london menganut aliran melodic black metal, memang musiknya ada yang cenderung ke nuansa Gothic seperti lagu Nymphetamine, dan Temptation. tapi jika anda penggmar musik underground seharusnya bisa membedakan antara Gothic, Black, death, thrash, sludge, power, doom,dan masih banyak yang lain nya yang mana tidak ada di indonesia seperti stoner metal dll.
Berbagai aliran gothic bisa di lihat jika anda sekalian tahu berbagai aliran musik gothic karena paling tidak ada beberapa aliran musik gothic: gothic classic : Epica dan Haggard, Nightwish , gothic black metal : the sins of thy beloved, theatre of Tragedy lalu gothic rock : after forever, within temptation dan masih banyak lagi, ada juga gothic murni, gothic choir dll.
Sebagai contoh lyric dari Mr David lagunya within temptation dari album the silent force 2004 yang judul nya “see who iam ” kebetulan saya punya albumnya, harus diakui memang ada band gothic yang memainkan nada yang sedih seperti lacrimosa, yang menceritakan penderitaan tapi ingat bahwa band yang memainkan lyric seperti itu biasanya band yang menganut aliran doom metal seperti MY Dying Bride.
READ MORE - Musik Gothic??

Senin, 25 Juli 2011

Isu Keretakan The Dance Company






Jakarta - Band baru yang digawangi Pongki Barata, The Dance Company lagi-lagi diisukan retak. Hal itu menyeruak lagi masih dengan alasan yang sama. Masing-masing personelnya sibuk sendiri.

Ketika isu itu pertama muncul pada tahun lalu, mereka membantahnya dengan membuat video klip bersama. Tapi seiring waktu berlalu ternyata para personel The Dance Company (TDC) memang punya karier masing-masing di musik.

Baim membuat Jabalrootz, Aryo Wahab dengan band Free on Saturday (FOS), Nugie dengan Mr. MoHatsing dan Pongki baru saja merilis album solonya.

"Kalau isu bubar itu memang sudah kita denger. Karena kita memang sibuk dengan project masing-masing, tapi manajernya akhirnya mempersatukan kita untuk membuat suatu keputusan dan kita berpikir ulang untuk tidak menambil keputusan itu, maksudnya bubar," ujar mantan vokalis Jikustik itu di Hard Rock Cafe Jakarta, Senin (25/7/2011).

Isu keretakan itu memang sudah sampai ke telinga masing-masing personel. Namun mereka semua tidak mengindahkannya. Dengan kata lain, isu tersebut hanyalah merupakan isapan jempol belaka.

"Karena kita berpikir sayang juga toh, selama ini kami juga masih tetap jalan. Jadi untuk next, walau kami sibuk TDC akan tetap jalan," jelasnya.

Menurut Pongki, seluruh personel harus berterima kasih kepada manajer yang berinisatif untuk tetap mempertahankan TDC. Meskipun sama-sama sibuk dengan proyek selingkuhannya, mereka harus tetap berkomunikasi satu sama lain.

"Jadi intinya adalah komunikasi. Jadi setelah diajak komunikasi bareng dengan anak-anak. Akhirnya semua menjadi cair," tutup Pongki.
READ MORE - Isu Keretakan The Dance Company

Eks-Drummer Dream Theater Bentuk Band Berformat Power Trio



Jakarta - Mantan drummer band metal progresif Dream Theater, Mike Portnoy, membentuk sebuah proyek band berformat power trio bersama gitaris John Sykes (Whitesnake, Blue Murder, Thin Lizzy) dan seorang bassist yang belum diumumkan namanya. Sejarawan musik, penulis dan pembawa acara That Metal Show, Eddie Trunk, mengumumkan hal tersebut melalui akun Twitter-nya pada Selasa[26/7].

“Sebuah berita baru saja pecah di tempat [syuting] TMS (That Metal Show)! Band power trio baru! John Sykes, @MikePortnoy dan seorang bassist yang akan diberitahu belakangan. Mengagumkan!!” tulis Trunk pada akun @EddieTrunk.

Kemudian Trunk memberikan sedikit bocoran mengenai materi demo mereka, “Saya sudah mendengar demonya. Terdengar seperti Blue Murder yang dipertemukan dengan album Whitesnake di tahun 1987. Menakjubkan!”

Dilansir Blabbermouth, proyek terbaru Mike Portnoy setelah sebelumnya sempat mengerjakan album penuh bersama Adrenaline Mob—proyeknya bersama vokalis Russell Allen (Symphony X), gitaris Mike Orlando (Sonic Stomp), bassist Paul DiLeo dan gitaris Rich Ward (Stuck Mojo, Fozzy)—tersebut kini sedang memasuki tahap perekaman materi di sebuah studio di Los Angeles, Amerika Serikat.

Melalui akun Twitter, Portnoy sempat mendeskripsikan musik yang sedang ia kerjakan itu.

“Kemarin telah menghadirkan atmosfir Led Zeppelin/Black Sabbath, hari ini mempertemukan Pink Floyd dengan Deep Purple!!! Akan segera datang Classic Rock old school yang serius,” tulis pemain drum yang pernah membantu Avenged Sevenfold dalam album Nightmare (2010) itu.
READ MORE - Eks-Drummer Dream Theater Bentuk Band Berformat Power Trio

Minggu, 24 Juli 2011

Java Rockin'Land 2011 Benji 'Good Charlotte' Penuhi Janji Nyanyikan Lagu SM*SH


Jakarta - Gitaris Good Charlotte, Benji Madden pernah berjanji akan menyanyikan lagu boyband SM*SH kepada penggemarnya jika kembali manggung di Indonesia. Benji menepati janjinya saat Good Charlotte tampil di Java Rockin'Land 2011.

Band asal Amerika Serikat itu membuka konser dengan lagu 'The Anthem' dan 'Bloody Valentine'. Mereka mengungkapkan kegembiraannya bisa kembali berjumpa dengan penggemar di Indonesia.

Saat di atas panggung, Benji dan Joel mengaku selalu memantau penggemarnya di Indonesia lewat Twitter. Mereka juga sering berkomunikasi dengan mereka di situs microblogging tersebut.

"Butuh waktu cukup lama kami kembali ke sini. Seperti kembali ke rumah. Kami sangat senang, dan kami cinta kalian," ucap Joel Madden, sang vokalis.

Usai menyapa puluhan ribu penonton yang memadati Pantai Carnaval Ancol, Good Charlotte kembali memanaskan suasana dengan 'Riot Girl', 'Keep Your Hands Off My Girl', dan Like It's Her Birthday'.

Di pertengahan konser, Joel mengingatkan sang saudara kembar tentang janjinya menyanyikan lagu 'I Heart You' yang dipopulerkan boyband SM*SH.

"Beberapa orang mungkin nggak suka lagu ini, tapi taruhan adalah taruhan. Cenat-cenut," ucap Joel kepada Benji yang disambut histeria penonton.

Benji pun menyanyikan bagian reff 'I Heart You' dengan diiringi permainan gitarnya. Sontak penonton berteriak, apalagi Joel berjoget-joget layaknya anggota boyband.
Konser berlanjut dengan lagu 'Little things', 'Young and Hopeless', dan 'The River'. Joel sangat atraktif di atas panggung mengajak penggemarnya melompat, berteriak, dan menyanyi bersama.

'I Just Wanna Live' dan 'Lifestyle' dipilih menjadi penutup penampilan mereka di Java Rockin'Land. "Jangan lupa untuk ngetweet ke kami," tutup Joel.


READ MORE - Java Rockin'Land 2011 Benji 'Good Charlotte' Penuhi Janji Nyanyikan Lagu SM*SH

Sabtu, 23 Juli 2011

JavaRockin'Land : Bip Masih handal....



akarta - Ternyata memang tak semua penonton Java Rockin'Land 2011 hari kedua, Sabtu (23/7) datang ke Pantai Karnaval Ancol untuk The Cranberries. Buktinya aksi BIP pun dinikmati penonton hingga selesai.

BIP tampil di Dome BNI pukul 22.45 WIB dengan single 'Fenomena' sebagai pembuka. Mereka kemudian langsung melantunkan hits lawasnya, 'Koncianku'.

Begitu lagu 'Koncianku' selesai dan sang vokalis Ipang menyapa penonton, sayup-sayup terdengar suara musik di panggung lain. Yup, persis di samping Dome BNI, terdapat panggung Gudang Garam Intermusic dan The Cranberries memulai aksinya.

"Eh nggak pada nonton The Cranberries? Nonton gih, gue juga mau nonton, udahan ya," canda Ipang.

Sebagian penonton memang berlalu pergi, tak rela melewatkan aksi Dolores O'Riodan cs. Tapi ternyata masih banyak yang bertahan. Mereka seakan tak peduli dan terus meminta lagu kesukaan pada BIP.

'Mane-mane Boleh' dan 'Korslet' menggoyang penonton. Indra Q dengan lincah memainkan jemarinya di atas tuts kibord. Pay yang mengenakan kaus merah sibuk mencabik gitarnya sementara Bongki menari-nari bersama bassnya.

'Matahari Pelangi' yang jadi single teranyar BIP juga berhasil menyedot perhatian. Koor nyanyi bareng terus berlanjut hingga lagu 'Ada yang Hilang'.

BIP memutuskan untuk menutup aksi mereka dengan single up-beat dari album lawasnya. 'Skak Mat' jadi ajang bersenang-senang bagi mereka juga penonton. 'Gemuk Lagi' mengakhiri perjumpaan sekitar pukul 23.30 WIB.

Sepertinya BIP harus lebih sering menggelar konsernya, terbukti masih banyak pecinta musik yang merindukan mereka. Seolah tak ingin berpisah, penonton menyoraki BIP ketika pamit. Songlist mereka sepertinya kurang banyak.

READ MORE - JavaRockin'Land : Bip Masih handal....

Konser Reuni The Cranberries di Java Rockin'Land 2011


Jakarta - The Cranberries menjadi salahsatu band yang paling ditunggu aksinya di panggung Java Rockin'Land 2011. Apalagi, mereka baru saja reuni pada 2009 lalu setelah vakum selama 6 tahun. Penampilan Dolores O'Riodan cs pun seolah memuaskan kerinduan penggemarnya di Indonesia.

Sebelum The Cranberries beraksi, lagu Indonesia berkumandang. Tak lama kemudian, Dolores yang mengenakan blazer hitam, muncul dari balik panggung dan langsung memancing semangat penonton dengan lagu 'Analyze'.

Sang vokalis kelahiran 6 September 1971 itu tampil sangat atraktif berjoget-joget penuh energi. Di lagu 'Animal Instinct', ia membuka blazernya untuk memudahkan gerak di atas panggung. Namun rupanya puluhan ribu penonton yang berdesak-desakan tak juga terpancing untuk ikut berjoget.

Mereka seakan terpaku, dan hanya mengabadikan band idolanya dengan kamera masing-masing. Saat membawakan 'Linger', Dolores mencoba lebih intim dengan penonton.

"Ayo nyanyi bareng saya," ucapnya sambil mendekati kerumunan di barisan depan.

"Kalian sangat hebat. Mmuaaah," sambungnya sambil memberi kecupan.

Suasana syahdu langsung terasa begitu 'Linger' mengalun. Beberapa penonton yang berpasangan, terlihat saling berpelukan.

The Cranberries benar-benar memanjakan penggemarnya dengan lagu-lagu hits mereka seperti 'Ode to My Family', 'Just My Imagination', dan 'Can't Be With You'. Mereka juga membawakan lagu 'Tomorrow' yang diambil dari album terbarunya bertajuk 'Roses' (2011).

Semangat penonton langsung terbakar di lagu 'Salvation'. Mereka ikut melompat-lompat mengikuti Dolores yang begitu prima joget-joget mengenakan topi ala suku Indian.

Usai membawakan 'Zombie', satu-persatu personel meninggalkan panggung. Penonton yang belum puas kompak meneriakkan "We want more". Kira-kira lima menit kemudian, Noel Hogan (gitar), Mike Hogan (bass), Fergal Lawler (drum) kembali muncul di atas panggung.

Dolores menyusul kemudian. Sambil berlari, ia mengajak penonton menyanyikan 'Promises' bersama-sama sambil melompat. Meski sudah berumur hampir 40 tahun, Dolores tampil sangat energik. Lagu 'Dreams' dipilih menjadi penutup penampilan The Cranberries. 

READ MORE - Konser Reuni The Cranberries di Java Rockin'Land 2011

Intip Sejarah Terbentuknya band BURGERKILL




Burgerkill adalah sebuah band Hardcore yang berasal dari kota Bandung, Jawa Barat. Nama band ini diambil dari sebuah nama restaurant makanan siap saji asal Amerika, yaitu Burger King, yang kemudian oleh mereka diparodykan menjadi “Burgerkill”

Ini merupakan sebuah cerita pendek dari 12 tahun perjalanan karier bermusik dari sebuah band super keras yang telah menjadi fenomena di populasi musik keras khususnya di Indonesia. Burgerkill band asal Ujungberung, tempat orisinil tumbuh dan berkembangnya komunitas Death metal / Grindcore di daerah timur kota Bandung. Band lulusan scene Uber (Ujungberung) selalu dilengkapi gaya Stenografi Tribal dan musik agresif yang super cepat, Jasad, Forgotten, Disinfected, dan Infamy to name a few.

Burgerkill berdiri pada bulan Mei 1995 berawal dari Eben, scenester dari Jakarta yang pindah ke Bandung untuk melanjutkan sekolahnya. Dari sekolah itulah Eben bertemu dengan Ivan, Kimung, dan Dadan sebagai line-up pertamanya. Band ini memulai kariernya sebagai sebuah side project yang tidak punya juntrungan, just a bunch of metal kids jamming their axe-hard sambil menunggu band orisinilnya dapat panggilan manggung. Tapi tidak buat Eben, dia merasa bahwa band ini adalah hidupnya dan berusaha berfikir keras agar Burgerkill dapat diakui di komunitasnya. Ketika itu mereka lebih banyak mendapat job manggung di Jakarta melalui koneksi Hardcore friends Eben, dari situlah antusiasme masyarakat underground terhadap Burgerkill dimulai dan fenomena musik keras tanpa sadar telah lahir di Indonesia.

Walhasil line-up awal band ini pun tidak berjalan mulus, sederet nama musisi underground pernah masuk jajaran member Burgerkill sampai akhirnya tiba di line-up solid saat ini. Ketika dimulai tahun 1995 mereka hanya berpikir untuk manggung, pulang, latihan, manggung lagi dst. Tidak ada yang lain di benak mereka, tapi semuanya berubah ketika mereka berhasil merilis single pertamanya lewat underground phenomenon Richard Mutter yang merilis kompilasi cd band-band Bandung pada awal 1997. Nama lain seperti Full Of Hate, Puppen, dan Cherry Bombshell juga bercokol di kompilasi yang berjudul “Masaindahbangetsekalipisan” tersebut. Memang masa itu masa indah musik underground. Everything is new and new things stoked people! Tidak tanggung lagu Revolt! dari Burgerkill menjadi nomor pembuka di album yang terjual 1000 keping dalam waktu singkat ini.

Setelah mengenal nikmatnya menggarap rekaman, anak anak ini tidak pernah merasa ingin berhenti, dan pada akhir tahun 1997 mereka kembali ikut serta dalam kompilasi “Breathless” dengan menyertakan lagu “Offered Sucks” didalamnya. Awal tahun 1998 perjalanan mereka berlanjut dengan rilisan single Blank Proudness, pada kompilasi band-band Grindcore Ujungberung berjudul “Independent Rebel”. Yang ketika itu dirilis oleh semua major label dengan distribusi luas di Indonesia dan juga di Malaysia. Setelah itu nama Burgerkill semakin banyak menghias concert flyers di seputar komunitas musik underground. The Antics went higher, semakin banyak fans berat menunggu kehadiran mereka diatas panggung. Burgerkill sang Hardcore Begundal!

Disekitar awal tahun 1999, mereka mendapat tawaran dari perusahaan rekaman independent Malaysia, Anak Liar Records yang berakhir dengan deal merilis album Three Ways Split bersama dengan band Infireal (Malaysia) dan Watch It Fall (Perancis). Hubungan dengan network underground di Malaysia dan Singapura berlanjut terus hingga sekarang. Burgerkill menjadi langganan cover zine independent di negara-negara tersebut dan berimbas dengan terus bertambahnya fans mereka dari negeri Jiran. Di tahun 2000, akhirnya Burgerkill berhasil merilis album perdana mereka dengan title “Dua Sisi” dan 5000 kaset yang di cetak oleh label indie asal Bandung, Riotic Records ludes habis dilahap penggemar fanatik yang sudah tidak sabar menunggu sejak lama. Di tahun yang sama, band ini juga merilis single “Everlasting Hope Never Ending Pain” lewat kompilasi “Ticket To Ride”, sebuah album yang benefitnya disumbangkan untuk pembangunan sebuah skatepark di kota Bandung.

Single terakhir menjadi sebuah jembatan ke era baru Burgerkill, dimana masa awal mereka lagu-lagu tercipta hasil dari pengaruh band-band Oldschool Hardcore, Name it: Minor Threat, 7 Seconds, Gorilla Biscuits, Youth of Today, Sick of it All, Insted, Etc. Seiring dengan waktu, mereka mulai untuk membuka pengaruh lain. Masuklah pengaruh dari band band Modern Metal dan Newschool Hardcore dengan beat yang lebih cepat dan lebih agresif, selain itu juga riff-riff powerchord yang enerjik menjadi bagian kental pada lagu-lagu Burgerkill serta dilengkapi oleh fill-in gitar yang lebih menarik. Anak-anak ini memang tidak pernah puas dengan apa yang mereka hasilkan, mereka selalu ingin berbuat lebih dengan terus membuka diri pada pengaruh baru. Hampir semua format musik keras dilahap dan di interprestasikan kedalam lagu, demikianlah Burgerkill berkembang menjadi semakin terasah dan dewasa. Lagu demi lagu mereka kumpulkan untuk menjadi sebuah materi lengkap rilisan album kedua.

Beberapa Mainstream Achievement pun sempat mereka rasakan, salah satunya menjadi nominator Band Independent Terbaik ala majalah NewsMusik di tahun 2000. Awal tahun 2001 pun mereka berhasil melakukan kerjasama dengan sebuah perusahaan produk sport apparel asal Amerika: Puma yang selama 1 tahun mensupport setiap kali Burgerkill melakukan pementasan. Dan sejak Oktober 2002 sebuah produk clothing asal Australia: INSIGHT juga mensupport dalam setiap penampilan mereka.

Pertengahan Juni 2003, Burgerkill menjadi band Hardcore pertama di Indonesia yang menandatangani kontrak sebanyak 6 album dengan salah satu major label terbesar di negeri ini, Sony Music Entertainment Indonesia. Dan setelah itu akhir tahun 2003, Burgerkill berhasil merilis album kedua mereka dengan title “Berkarat”. Lagu-lagu pada album ini jauh lebih progressif dan penuh dengan teknik yang lebih terasah dibandingkan album sebelumnya. Hampir tidak ada lagi nuansa straight forward dan moshpart sederhana ala band standard Hardcore yang tercermin dari single-single awal mereka. Pada sector vocal dengan tetap mengedepankan nuansa depresif dan kelam, karakter vocal Ivan sang vokalis Bengal lebih berani dimunculkan dengan penulisan bahasa pertiwi dan artikulasi kata yang lebih jelas. Dan di sector musik pun, Toto, Eben, Andris dan gitaris baru mereka Agung semakin berani menjelajahi daerah-daerah baru yang sebelumnya tidak pernah dijajaki kelompok musik keras manapun di Indonesia.

Sebuah kejutan hadir pada pertengahan tahun 2004, lewat album “Berkarat” Burgerkill masuk kedalam salahsatu nominasi dalam salah satu event Achievement musik terbesar di Indonesia “Ami Awards”. Dan secara mengejutkan mereka berhasil menyabet award tahunan tersebut untuk kategori “Best Metal Production”. Sebuah prestasi yang mungkin tidak pernah terlintas di benak mereka, dan bagi mereka hal tersebut merupakan sebuah tanggung jawab besar yang harus mereka buktikan melalui karya-karya mereka selanjutnya.

Di awal tahun 2005 di tengah kesibukan mereka mempersiapkan materi untuk album ketiga, Toto memutuskan untuk meninggalkan band yang telah selama 9 tahun dia bangun bersama. Namun kejadian ini tidak membuat anak-anak Burgerkill putus semangat, mereka kembali merombak formasinya dengan memindahkan Andris dari posisi Bass ke posisi Drums dan terus melanjutkan proses penulisan lagu dengan menggunakan additional bass player. Sejalan dengan selesainya penggarapan materi album ketiga, tepatnya November 2005, Burgerkill memutuskan kontrak kerjasama dengan Sony Music Entertainment Indonesia dikarenakan tidak adanya kesepakatan dalam pengerjaan proyek album ketiga. So guys…these kids always have a great spirit to keep blowing their power, dan akhirnya mereka sepakat untuk tetap merilis album ke-3 “Beyond Coma And Despair” di bawah label mereka sendiri Revolt! Records di pertengahan Agustus 2006. Album ketiga yang memiliki arti sangat dalam bagi semua personil Burgerkill baik secara sound, struktur, dan format musik yang mereka suguhkan sangat berbeda dengan dua album sebelumnya. Materi yang lebih berat, tegas, teknikal, dan berani mereka suguhkan dengan maksimal disetiap track-nya.

Namun tak ada gading yang tak patah, sebuah musibah terbesar dalam perjalanan karier mereka pun tak terelakan, Ivan sang vokalis akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya ditengah-tengah proses peluncuran album baru mereka di akhir Juli 2006. Peradangan pada otaknya telah merenggut nyawa seorang ikon komunitas musik keras di Indonesia. Tanpa disadari semua penulisan lirik Ivan pada album ini seolah-olah mengindikasikan kondisi Ivan saat itu, dilengkapi alur cerita personal dan depresif yang terselubung sebagai tanda perjalanan akhir dari kehidupannya. “Beyond Coma And Despair” sebuah album persembahan terakhir bagi Ivan Scumbag yang selama ini telah menjadi seorang teman, sahabat, saudara yang penuh talenta dan dedikasi dengan disertai karakter karya yang mengagumkan. Burgerkill pun berduka, namun mereka tetap yakin untuk terus melanjutkan perjalanan karier bermusik yang sudah lebih dari 1 dekade mereka jalani, dan sudah tentu dengan menghadirkan seorang vokalis baru dalam tubuh mereka saat ini. Akhirnya setelah melewati proses Audisi Vokal, mereka menemukan Vicki sebagai Frontman baru untuk tahap berikutnya dalam perjalanan karier mereka.

Dan pada awal Januari 2007 mereka telah sukses menggelar serangkaian tour di kota-kota besar di Pulau Jawa dan Bali dalam rangka mempromosikan album baru mereka. Target penjualan tiket di setiap kota yang didatangi selalu mampu mereka tembus, dan juga ludesnya penjualan tiket di beberapa kota menandakan besarnya antusiasme masyarakat musik cadas di Indonesia terhadap penampilan Burgerkill. A written story just wouldn’t enough, tunggu kejutan dan dengarkan album baru mereka, tonton konsernya dan rasakan sensai musik keras yang tak akan kamu lupakan…BURGERKILL HARDCORE BEGUNDAL IN YOUR FACE, WHATEVER!!!




READ MORE - Intip Sejarah Terbentuknya band BURGERKILL

Popular Posts

facebook

TV online

4000 TV channels
Download TV Software. It's safe to install.
Safe to install software
Download TV Software. It's safe to install.
Number one rated software
Work at home

Job at home

Whether you are looking for a profitable work at home or if you dream about getting cash live; yes, finally, you located it!

Obtain financial freedom

No pc knowledges needed. You may be completely new to handle our system - you don't need ANY knowledge. This is actually easy.

You can stay at house and work at your free time. Even whether you don't have computer you can do this task in Online cafe or on Internet mobile phone.

How it works?

We design a internet-shop for you with ready to operate e-commerce solution. Your work is pretty simple; you have to post material regarding your web-store to the Online sites. We will provide you with pretty simple step-by-step instruction how to do this. The typical instruction asks you to open a online website and fill in a form with information regarding your web-shop and software.

You will be paid from US $20.00 to US 180.00 for each sale which is comes via your internet-shop.

There is no limitation for your income. No matter where you live your pay outs are 100% guaranteed.

Sign up Now...

Sign up now to have financial independence. All you need is the simple: register now and havepersonal online company!