Minggu, 31 Juli 2011

MTV Akan Berusia 30 Tahun

MTV akan genap berusia 30 tahun dalam beberapa hari lagi. Siaran pertama mereka yang jatuh pada tanggal 1 Augustus 1981 silam menayangkan video musik pertama dari The Buggles yang bertitel "Video Killed The Radio Star," demikian seperti dikutip dari RollingStone.com.

Pekan ini, VH1 akan memperingati ulang tahun MTV dengan menyiarkan ulang siaran MTV era awal 1980an dan acara pertamanya yang akan disiarkan pada hari Sabtu mendatang pukul 6 pagi.

Sebelumnya ulang tahun MTV yang ke-20 dirayakan dengan pesta besar di New York, AS tetapi acara perayaan yang ke-30 kini belum terkonfirmasi.

VJ MTV pertama, Mark Goodman, mengatakan bahwa MTV malu untuk mengakui penuaan diri. "MTV tidak mau orang berpikir bahwa stasiun mereka sudah kuno. Orang yang menonton MTV sekarang saja belum lahir pada saat peluncuran MTV dulu. Tentu aneh merayakan ulang tahun sebuah stasiun TV yang lebih tua dari penontonnya," jelas Goodman.

Kini jaringan MTV telah mengubah konten acaranya seiring dengan generasi baru penonton yang lebih menginginkan acara drama realita dibanding menonton video musik penyanyi atau band-band terkemuka.

Perubahan acara-acara awal seperti TRL (Total Request Live) dan liputan wawancara artis menjadi acara reality show seperti Jersey Shore, The Osbourne dan The Hills disebabkan oleh perubahan zaman dan generasi muda sekarang yang tidak tertarik lagi untuk menonton video musik.
READ MORE - MTV Akan Berusia 30 Tahun

Avenged Sevenfold: Portnoy Bukan Sosok Yang Kami Cari

A7X Sudah menyarankan Portnoy untuk tetap bersama Dream Theatre

Drama tentang Mike Portnoy memang masih berlanjut. Mengenai berjalannya Portnoy dengan Avenged Sevenfold, cabut dari Dream Theater, kemudian ditolak ketika dirinya meminta untuk kembali ke DT. Gal ini kemudian mendapat tanggapan tersendiri dari gitaris a7x, Zacky Vengeance. Dalam sebuah wawancara bersama Guitar World, dirinya dan a7x memang tidak berniat mengambilnya sebagai drummer tetap dan sempat menyarankan Portnoy untuk tidak pergi dari Dream Theater.
“Kami selalu bersyukur dengan dipertemukannya Avenged Sevenfold dengan Portnoy. Dan sejujurnya memang hanya dia yang sanggup mengerjakan pekerjaan yang ditinggalkan oleh The Rev. Saya pikir dirinya selalu mencari sesuatu yang baru dalam hidupnya. Saya juga tau jika hubungannya sudah tidak baik lagi bersama DT, bahkan itu terjadi ketika Portnoy belum bertemu dengan kami.  Kemudian ketika album Nightmare keluar dan menjadi nomer satu lalu disusul dengan tur yang sangat panjang, hal tersebut sangat membuat dirinya senang dan meyakinkan kami jika dirinya ingin menjadi member dari Avenged Sevenfold. Tetapi waktu itu kami belum siap untuk mengambil personil baru dan dia bukan sosok yang kami cari,” ujar Zacky.
“Dan ketika dirinya mengatakan pergi dari DT, kami langsung mengatakan tidak. Ia pria dewasa dan mempunyai keputusannya sendiri tetapi kami telah menyarankan hal tersebut. Di sisi lain, kami memang tidak siap untuk berkomitmen dengan dirinya,” tambah Zacky lagi.  
Kini Avenged Sevenfold sudah nggak lagi berjalan dengan Portnoy. Drummer muda Arin Ilejay telah ditetapkan menjadi pengganti dari drummer terdahulunya, The Rev.

 

READ MORE - Avenged Sevenfold: Portnoy Bukan Sosok Yang Kami Cari

Malam Berwarna Bersama Daniel Sahuleka

Daniel Sahuleka adalah seorang penyanyi Belanda yang berdarah Sunda(Ibu)-Ambon(Ayah), Indonesia. Penyanyi Belanda kelahiran Semarang 6 Desember 1960 ini menghibur penikmat music jazz malam itu. Setelah konser di Makassar Kamis 21 Juli 2011 lalu, musisi Belanda berdarah Sunda-Maluku itu menghadirkan harmoni cinta membangkitkan kenangan di kota kelahirannya, Semarang, Jawa Tengah, pada hari Selasa 26 Juli 2011 malam, dalam konser yang dilaksanakan di Hotel Horison Semarang Jawa Tengah.
33
Bermain seorang diri dengan bertelanjang kaki, penyanyi berambut keriting panjang itu hanya ditemani sebuah gitar akustik, laptop, dan mixer kecil di meja kecil. Kesederhanaannya pun terlihat dari pakaiannya yang hanya mengenakan rompi dan celana blue jeans. Membuka konser, menyapa para penonton, lalu disusul dengan menyanyikan tembang “If I Didn`t” yang mengalun indah.
Daniel pada usianya yang sudah enam puluh tahun itu, masih tetap nampak lihai memainkan jemarinya di antara senar-senar gitar, menghasilkan melodi indah mengiringi suara “emasnya” yang khas, hingga memancing gemuruh aplaus dari penonton.
Penyanyi kelahiran Semarang itu melanjutkan aksinya dengan “Suns Light”, disusul lagu berlirik bahasa Indonesia bertitel “Semarang” yang kian menguatkan kenangannya terhadap kota tempatnya lahir 60 tahun silam. Konser yang dihelat di Krakatau Grand Ballroom Hotel Horison Semarang itu kian terasa romantis, membuat penonton makin terlarut dalam setiap bait lagu yang dinyanyikan.
Penyanyi yang sekarang ini menetap di Kota Winterwijsk, Belanda, itu sempat menyisipkan canda yang disambut tawa para penonton, katanya lehernya merasa kering, karena lama-lama menyanyi membuat lehernya kering dan sebenarnya nyanyi itu tidak sehat. Kota Semarang, diakui Daniel, memberikan kenangan yang sangat dalam, termasuk Rumah Sakit St. Elisabeth yang menjadi saksi kelahirannya, dan kedatangannya ke Kota Lumpia pertama kali pada 1981 semenjak kepergiannya ke Belanda.
Pada setiap kesempatan Daniel berkali-kali menyinggung rasa cinta dan kasih sayang yang membuat perbedaan justru terlihat indah, seperti kehidupan orang tuanya yang berbeda keyakinan, Islam dan Kristen, namun saling menghargai dan menghormati. Mamanya Islam, sedangkan papa Kristen. Mereka saling mencintai dan tetap menghargai kepercayaan masing-masing. Karena itu, dia juga sangat menghargai perbedaan, sampai soal keyakinan yang dianut seseorang.
Dalam Konser itu Daniel menampilkan setidaknya 13 tembang, termasuk “Ada Lagi Cinta” yang kembali berlirik Indonesia, kemudian “You Make My World so Colorful” yang menjadi salah satu andalan penyanyi berpenampilan unik itu. Hampir seluruh tembang yang dinyanyikan Daniel beraroma jazz pop dalam balutan akustik, hanya satu tembang bertajuk “Long Distance Highway” berbalut reggae yang dihadiahkannya pada penonton sebagai tembang penutup konser.
READ MORE - Malam Berwarna Bersama Daniel Sahuleka

Sabtu, 30 Juli 2011

10 Tahun Vakum, No Doubt Putus Asa Bikin Lagu

Album terakhir No Doubt dirilis pada 2001. Setelah 10 tahun berlalu, kini No Doubt kembali ke studio untuk menggarap album baru. Mereka mengaku sempat putus asa saat membuat lagu.

Hal tersebut disampaikan sang vokalis Gwen Stefani. Gwen mengaku sangat kesulitan untuk mencari lagu yang tepat.

"Kami berharap kami cukup bagus untuk membuatnya dan punya pandangan, tapi proses penulisan lagu kami sempat putus asa, kami berdoa agar sesuatu muncul," ujar Gwen dilansir NME, Minggu (31/7/2011).

Gwen biasanya mulai menulis lagu untuk No Doubt dari pukul lima sore hingga tengah malam. Siang hari, Gwen menjalankan perannya sebagai ibu dan mengurus bisnis fashion miliknya, Lamb. Untuk berkreativitas di tengah kesibukan, kadang dirasa sulit bagi istri rocker Gavin Rossdale itu.

Gwen bahkan mendapatkan nasihat menulis lagu dari musisi Prince. Menurut Prince, ketimbang berusaha untuk membuat sebuah lagu yang memiliki nilai seni, sebaiknya tulis apa yang ingin ditulis dan biarkan lagu itu berbicara sendiri.

Beberapa lagu untuk album keenam No Doubt sudah terkumpul. Judul-judul lagu yang sudah dibocorkan untuk album No Doubt di antaranya 'Undercover', 'Settle Down', 'Easy', 'Heaven' dan 'Dreaming the Same Dream'.

sumber :  http://hot.detik.com
READ MORE - 10 Tahun Vakum, No Doubt Putus Asa Bikin Lagu

Video : Limp Bizkit - Shotgun

Beberapa waktu lalu Limp Bizkit merilis video promo dari single terbaru dari album Gold Cobra, Shotgun. Simak langsung lagunya di bawah ini. 
READ MORE - Video : Limp Bizkit - Shotgun

The Used Rencanakan Rilis Album Baru Di Awal 2012

Balam sebuah wawancara, and rock asal Amrik, The Used mengungkapkan jika mereka merencanakan s\untuk merilis sebuah album terbaru pada awal tahun 2012 nanti antara Januari atau Februari. Sebelumnya, band yang digawangi oleh Bert McCracken (vokal), Jeph Howard (bass), Quinn Alman (gitar) dan Dan Whitesides (drum) telah mengabarkan jika mereka tengah sibuk berada di dalam studio untuk merekam materi baru dan merekrut John Feldmann sebagai produser mereka. 
Seperti apa ya album barunya? Kita tunggu saja.

s umber : http://www.hai-online.com
READ MORE - The Used Rencanakan Rilis Album Baru Di Awal 2012

Travis Barker Rilis Video Klip Let's Go

Drummer Blink 182, Travis Barker kembali merisli video klip dari album proyek solonya, Give The Drummer Some. Video klip dari single Let's Go tersebut dibawakannya bersama Yelawolf, Busta Rhymes, Twista dan Lil Jon. Simak langsung videonya di bawah ini.
READ MORE - Travis Barker Rilis Video Klip Let's Go

Jumat, 29 Juli 2011

KILAS SEJARAH MUSIK UNDERGROUND INDONESIA

Mereka inilah generasi pertama rocker Indonesia. Istilah underground sendiri sebenarnya sudah digunakan Majalah Aktuil sejak awal era 70an. Istilah tersebut digunakan majalah musik dan gaya hidup pionir asal Bandung itu untuk mengidentifikasi band-band yang memainkan musik keras dengan gaya yang lebih liar dan exstrem untuk ukuran zamannya. Padahal kalau mau jujur, lagu2x yang dimainkan band- band tersebut di atas bukanlah lagu karya mereka sendiri, melainkan milik band-band luar negeri macam Deep Purple, Jefferson Airplane, Black Sabbath, Genesis, Led Zeppelin, Kansas, Rolling Stones hingga ELP.

Tradisi yang kontraproduktif ini kemudian mencatat sejarah namanya sempat mengharum di pentas nasional. Sebut saja misalnya El Pamas, Grass Rock (Malang), Power Metal (Surabaya), Adi Metal Rock (Solo), Val Halla (Medan) hingga Roxx (Jakarta). Selain itu Log jugalah yang membidani lahirnya label rekaman rock yang pertama di Indonesia, Logiss Records. Produk pertama label ini adalah album ketiga God Bless, “Semut Hitam” yang dirilis tahun 1988 dan ludes hingga 400.000 kaset di seluruh Indonesia.

Menjelang akhir era 80-an, di seluruh dunia waktu itu anak-anak muda sedang mengalami demam usik thrash metal. Sebuah perkembangan style musik metal yang lebih ekstrem lagi dibandingkan heavy metal. Band2x yang menjadi gods-nya antara lain Slayer, Metallica, Exodus, Megadeth, Kreator, Sodom, Anthrax hingga Sepultura. Kebanyakan kota2x besar di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Jogjakarta, Surabaya, Malang hingga Bali, scene undergroundnya pertama kali lahir dari genre musik ekstrem tersebut.



1xxxBANDUNG UNDERGROUND

Di Bandung sekitar awal 1994 terdapat studio musik legendaris yang menjadi cikal bakal scene rock underground di sana. Namanya Studio Reverse yang terletak di daerah Sukasenang. Pembentukan studio ini digagas oleh Richard Mutter (saat itu drummer PAS) dan Helvi. Ketika semakin berkembang Reverse lantas melebarkan sayap bisnisnya dengan membuka distro (akronim dari distribution) yang menjual CD, kaset, poster, t-shirt, serta berbagai aksesoris import lainnya.  Selain distro, Richard juga sempat membentuk label independen 40.1.24 yang rilisan pertamanya di tahun 1997 adalah kompilasi CD yang bertitel “Masaindahbangetsekalipisan.” Band-band indie yang ikut serta di kompilasi ini antara lain adalah Burger Kill, Puppen, Papi, Rotten To The Core, Full of Hate dan Waiting Room, sebagai satu-satunya band asal Jakarta.

Band-band yang sempat dibesarkan oleh komunitas Reverse ini antara lain PAS dan Puppen. PAS sendiri di tahun 1993 menorehkan sejarah sebagai band Indonesia yang pertama kali merilis album secara independen. Mini album mereka yang bertitel “Four Through The S.A.P” ludes terjual 5000 kaset dalam waktu yang cukup singkat. Mastermind yang melahirkan ide merilis album PAS secara independen tersebut adalah (alm) Samuel Marudut. Ia adalah Music Director Radio GMR, sebuah stasiun radio rock pertama di Indonesia yang kerap memutar demo-demo rekaman band-band rock amatir asal Bandung, Jakarta dan sekitarnya.

 Tragisnya, di awal 1995 Marudut ditemukan tewas tak bernyawa di kediaman Krisna Sucker Head di Jakarta. Yang mengejutkan, kematiannya ini, menurut Krisna, diiringi lagu The End dari album Best of The Doors yang diputarnya pada tape di kamar Krisna. Sementara itu Puppen yang dibentuk pada tahun 1992 adalah salah satu pionir hardcore lokal yang hingga akhir hayatnya di tahun 2002 sempat merilis tiga album yaitu, Not A Pup E.P. (1995), MK II (1998) dan Puppen s/t (2000). Kemudian menyusul Pure Saturday dengan albumnya yang self-titled. Album ini kemudian dibantu promosinya oleh Majalah Hai. Kubik juga mengalami hal yang sama, dengan cara bonus kaset 3 lagu sebelum rilis albumnya.

Agak ke timur, masih di Bandung juga, kita akan menemukan sebuah komunitas yang menjadi episentrum underground metal di sana, komunitas Ujung Berung. Dulunya di daerah ini sempat berdiri Studio Palapa yang banyak berjasa membesarkan band-band underground cadas macam Jasad, Forgotten, Sacrilegious, Sonic Torment, Morbus Corpse, Tympanic Membrane, Infamy, Burger Kill dan sebagainya. Di sinilah kemudian pada awal 1995 terbit fanzine musik pertama di Indonesia yang bernama Revograms Zine. Editornya Dinan, adalah vokalis band Sonic Torment yang memiliki single unik berjudul “Golok Berbicara”. Revograms Zine tercatat sempat tiga kali terbit dan kesemua materi isinya membahas band-band metal/hardcore lokal maupun internasional.

Kemudian taklama kemudian fanzine indie seperti Swirl, Tigabelas, Membakar Batas dan yang lainnya ikut meramaikan media indie. Ripple dan Trolley muncul sebagai majalah yang membahas kecenderungan subkultur Bandung dan juga lifestylenya. Trolley bangkrut tahun 2002, sementara Ripple berubah dari pocket magazine ke format majalah standar. Sementara fanzine yang umumnya fotokopian hingga kini masih terus eksis.

Serunya di Bandung tak hanya musik ekstrim yang maju tapi juga scene indie popnya. Sejak Pure Saturday muncul, berbagai band indie pop atau alternatif, seperti Cherry Bombshell, Sieve, Nasi Putih hingga yang terkini seperti The Milo, Mocca, omogenic. Begitu pula scene ska yang sebenarnya sudah ada jauh sebelum trend ska besar. Band seperti Noin Bullet dan Agent Skins sudah lama mengusung genre musik ini.

Siapapun yang pernah menyaksikan konser rock underground di Bandung pasti takkan melupakan GOR Saparua yang terkenal hingga ke berbagai pelosok tanah air. Bagi band-band indie, venue ini laksana gedung keramat yang penuh daya magis. Band luar Bandung manapun kalau belum di baptis di sini belum afdhal rasanya. Artefak subkultur bawah tanah Bandung paling legendaris ini adalah saksi bisu digelarnya beberapa rock show fenomenal seperti Hullabaloo, Bandung Berisik hingga Bandung Underground. Jumlah penonton setiap acara-acara di atas tergolong spektakuler, antara 5000 – 7000 penonton! Tiket masuknya saja sampai diperjualbelikan dengan harga fantastis segala oleh para calo. Mungkin ini merupakan rekor tersendiri yang belum terpecahkan hingga saat ini di Indonesia untuk ukuran rock show underground.

Sempat dijuluki sebagai barometer rock underground di Indonesia, Bandung memang merupakan kota yang menawarkan sejuta gagasan-gagasan cerdas bagi kemajuan scene nasional. Booming distro yang melanda seluruh Indonesia saat ini juga dipelopori oleh kota ini. Keberhasilan menjual album indie hingga puluhan ribu keping yang dialami band Mocca juga berawal dari kota ini. bahkan Burger Kill, band hardcore Indonesia yang pertama kali teken kontrak dengan major label, Sony Music Indonesia, juga dibesarkan di kota ini. Belum lagi majalah Trolley (RIP) dan Ripple yang seakan menjadi reinkarnasi Aktuil di zaman sekarang, tetap loyal memberikan porsi terbesar liputannya bagi band-band indie lokal keren macam Koil, Kubik, Balcony, The Bahamas, Blind To See, Rocket Rockers, The Milo, Teenage Death Star, Komunal hingga The S.I.G.I.T. Coba cek webzine Bandung, Death Rock Star (www.deathrockstar.tk) untuk membuktikannya. Asli, kota yang satu ini memang nggak ada matinya.



2xxxUNDERGROUND VS IDEALISME

Kata underground periode tahun 90-04 sempat naik daun, dan jadi basis sayap kiri bagi kalangan musisi independen. Di Bandung basis kelompok musisi indie, kata underground diterjemahkan sebagai bawah tanah, dengan arti khusus kebebasan buat berkarya.
“Kami menyebut underground sebagai spirit bermusiknya. Di Bandung underground nggak ada yang istilah paling hebat. Jadi, semua bersaing. Semua memiliki kubu dan massa masing-masing. Beda dengan di Jakarta, dulu ada satu grup yang menjadi pimpinan underground. Di Sukabumi juga begitu, kata salah satu penyiar Radio MGT FM Bandung. Karena kata underground sering diartikan salah kaprah, maka bagi sebagian musisi, kata underground diartikan sebagai band-band pembawa lagu-lagu keras, “wah yang ngomomg kayanya blom lulus buat jadi musisi nih” tapi buat banyak musisi lainnya, underground bisa diisi segala macam jenis musik, selama mereka belum masuk pada major label.

Banyak band2x yang sekarang bernaung di major label, background aslinya adalah band indie juga. toh buat mereka ga ada masalah dengan penggemar panatik mereka ketika masih band indie, apa yang dicapainya sekarang adalah titik kesuksesan berkarir, soalnya kita sedang di dalam ruang lingkup rezeki kalau memang kita bisa masuk ke major label knapa ngga kita manfaatin semaksimal mungkin bukan berarti indie label ngga ngejanjiin masa depan yang bagus. ini tinggal soal peluang yang harus atau ngga diambil sama sekali.

Aliran musik dalam underground bisa sangat beragam, mau yang load voice, midlle voice sampai yang kalem pun itu bisa, yang penting semangat dalam pembawaan nya aja yang jangan di lupain. soalnya semangat / spirit ini lah yang paling penting “UNDERGROUND SPIRIT”. ambil contoh, ketika kita mendengarkan beberapa buah lagu : return of zelda-system of a down, enter sandman-metallica dan american idiot-green day. Yang kita tahu ke tiga lagu tsb sama2x load voice, sama2x dimainkan dengan peralatan musik yang ga jauh beda jenisnya, tapi kalo kita telisik lebih dalam pasti ada banyak perbedaan yang mencolok dari ke tiga nya, apalagi kalo bukan pembawaan ama spiritnya. Hal ini juga lah yang dapat membedakan jenis musik dan aliran apa yang mereka mainkan. Begitu pula dengan undergound, klo selalu di deskripsikan dengan musik yang keras, tentunya itu salah besar.  

Namun memang underground lebih dekat dengan jenis musik metal. Jenis musik ini memang jauh dari incaran perusahaan rekaman besar yang, yang biasa disebut major label. Bahkan ada pendapat agak ekstrem, “Kalau band indie masuk major label, pasti konsep bermusiknya jadi beda, karena harus disesuaikan dengan pasar, dan tak dapat beridealis ria lagi.

Pendapat inilah yang ditolak oleh Beng-Beng, Jun Fan Gung Foo dan Noin Bullet dari Bandung. Noin Bullet yang memainkan musik ska-core, awalnya memang indie label, namun kini masuk lingkaran major label Warner Music Indonesia. “ Tapi musik kami tak berubah. Semua lagu yang kami jual dengan indie label, langsung diedarkan lagi oleh Warner, dengan label Warner Music Indonesia. Tanpa berubah, tanpa didikte siapapun, “ kata Chairul, gitaris Noin Bullet. Bersama Beng-Beng, ia curiga, jangan-jangan anak-anak indie banyak iri, karena Pas, Noin Bullet dan beberapa band indie lainnya bisa masuk major label, sementara mereka belum. http://www.newsmusik.net/

Ngomong2x soal idealisme, sebagian besar band2x indie mengusungnya baik dalam karya lagu, pementasan bahkan ada yang membawa idealisme tersebut dalam kehidupannya sehari – hari. Macam2x jenis idealisme yang di usung band2 indie tsb, diantaranya : Idealis terhadap isu anti kemapanan, Idealis terhadap isu anti major label, Idealis terhadap isu sosial, politik dan ekonomi bahkan ada yang lebih extrem yaitu Idealis dengan atheisme atau tidak percaya terhadap adanya Tuhan. Cuman untuk point yang ke empat ini kita akan sangat sulit untuk menjumpainya.

Banyak band-band indie yang sejak awal sudah idealis salah satunya alergi sama major label, dan tak mau menawarkan lagu2x karyanya ke sana. Padahal banyak contoh menarik tentang band-band indie yang masuk major label, seperti Netral, Pas, Jun Fan Gung Foo dan Sucker Head.

Berikut adalah sebagian kecil band2x indie asli made in bandung yang mungkin dapat gw inget, yang eksistensinya masih dapat kita jumpai :

Jack and the four man, Koil, Polyester embassy, The tomato, Rocket rocker, Alone at last, Closehead, Mobil derek, Disconnected, The s.i.g.i.t, Mocca, Tcukimay, Pure saturday, A stone A, Retrieval, Restless, Hellgods, Jeruji, Laluna, Maymelian, Burgerkill, Bak sampah dll 

Akhirnya, dalam keluarga underground alias independen itu, ada jenis musik yang beragam : industrial-techno, hardcore, brutal death metal, punk, hardrock, ska, alternative, black metal dan lainnya.



3xxxUNDERGROUND VS INDIE

Indie Indonesia Era 2000-an

Bagaimana pergerakan scene musik independen Indonesia era 2000-an?

Kehadiran teknologi internet dan e-mail jelas memberikan kontribusi besar bagi perkembangan scene ini. Akses informasi dan komunikasi yang terbuka lebar membuat jaringan (networking) antar komunitas ini semakin luas di Indonesia. Band-band dan komunitas-komunitas baru banyak bermunculan dengan menawarkan style musik yang lebih beragam.

Trend indie label berlomba-lomba merilis album band-band lokal juga menggembirakan, minimal ini adalah upaya pendokumentasian sejarah yang berguna puluhan tahun ke depan. Yang menarik sekarang adalah dominasi penggunaan idiom indie dan bukan underground untuk mendefinisikan sebuah scene musik non-mainstream lokal. Sempat terjadi polemik dan perdebatan klasikmengenai istilah indie atau underground ini di tanah air.

Sebagian orang memandang istilah underground semakin bias karena kenyataannya kian hari semakin banyak band-band underground yang sell-out, entah itu dikontrak major label, mengubah style musik demi kepentingan bisnis atau laris manis menjual album hingga puluhan ribu keping. Sementara sebagian lagi lebih senang menggunakan idiom indie karena lebih elastis dan misalnya, lebih friendly bagi band-band yang memang tidak memainkan style musik ekstrem. Walaupun terkesan lebih kompromis, istilah indie ini belakangan juga semakin sering digunakan oleh media massa nasional, jauh meninggalkan istilah ortodoks `underground’ itu tadi.

Ditengah serunya perdebatan indie/underground, major label atau indie label, ratusan band baru terlahir, puluhan indie label ramai- ramai merilis album, ribuan distro/clothing shop dibuka di seluruh Indonesia. Infrastruktur scene musik non-mainstream ini pun kian established dari hari ke hari. Mereka seakan tidak peduli lagi dengan polarisasi indie-major label yang makin tidak substansial. Bermain musik sebebas mungkin sembari bersenang-senang lebih menjadi panglima sekarang ini

READ MORE - KILAS SEJARAH MUSIK UNDERGROUND INDONESIA

Popular Posts

facebook

TV online

4000 TV channels
Download TV Software. It's safe to install.
Safe to install software
Download TV Software. It's safe to install.
Number one rated software
Work at home

Job at home

Whether you are looking for a profitable work at home or if you dream about getting cash live; yes, finally, you located it!

Obtain financial freedom

No pc knowledges needed. You may be completely new to handle our system - you don't need ANY knowledge. This is actually easy.

You can stay at house and work at your free time. Even whether you don't have computer you can do this task in Online cafe or on Internet mobile phone.

How it works?

We design a internet-shop for you with ready to operate e-commerce solution. Your work is pretty simple; you have to post material regarding your web-store to the Online sites. We will provide you with pretty simple step-by-step instruction how to do this. The typical instruction asks you to open a online website and fill in a form with information regarding your web-shop and software.

You will be paid from US $20.00 to US 180.00 for each sale which is comes via your internet-shop.

There is no limitation for your income. No matter where you live your pay outs are 100% guaranteed.

Sign up Now...

Sign up now to have financial independence. All you need is the simple: register now and havepersonal online company!